Selasa, 01 Maret 2011

Persahabatan Bagai Kepompong

Dengan Menyebut Nama Allah yang Selalu Melanggengkan persaudaraan kami..

Persahabatan bagai kepompong...
Mengubah ulat menjadi kupu-kupu...

Penggalan lirik yang diatas sering kita dengar di tahun 2008 sampai 2009 dan dinyanyikan oleh Sindentosca. Lirik yang menggambarkan ikatan persahabatan sebagai sebuah proses metamorfosis dari serangga yang bernama kupu-kupu. Mengapa demikian?
Pendapat saya seperti ini, ulat adalah sebuah awal dari metamorfosis. Ulat digambarkan seekor binatang yang sangat jelek, menjijikan, terkadang mengerikan bagi beberapa orang dan selalu dijauhi oleh orang-orang. Itulah awal dari perkenalan. Sunyi senyap terkadang 'garing' bagi orang yang pertama kali berkenalan. Perkenalan atau ta'aruf dalam bahasa arab ini memang sifat sosial manusia yang tidak bisa dihalangi oleh siapapun, karena manusia memang diciptakan sebagai makhluk sosial yang selalu berkelompok dan mencoba untuk persamaan diantara kelompok tersebut. Dalam Islam, Perkenalan bagi tiap manusia memang sangat dianjurkan. hal ini disandarkan pada Quran Surat Al-Hujarat ayat 13,
Allah Befirman :
"Hai manusia, Sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan  bersuku-bersuku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesunggguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal"
Perkenalan adalah sebuah langkah awal dari sebuah hubungan, entah persahabatan, hubungan kekasih atau permusuhan. Binatang yang bernama ulat yang dijadikan simbol dari sebuah awal persahabatan, yaitu perkenalan.

Kepompong. Proses inilah yang dijadikan sebuah momentum dari lirik di atas. Kepompong adalah sebuah masa dimana ulat sudah siap untuk melanjutkan hidupnya, hidup yang lebih indah dan mendapat sebuah penghargaan. Tidak salah jika penyanyi menggambarkan seperti itu. Persahabatan adalah sebuah proses berkelanjutan dari sebuah perkenalan. Persahabatan adalah proses memahami dimana dua insan manusia bertemu dan berinteraksi. Ulama Islam, Hubungan antar manusia, atau di Islam lebih dikenal dengan Ukhwuah Islamiyah akan berlanjut jika sudah menjalani beberapa proses,antara lain :
  • Ta'aruf (Pengenalan)
  • Tafahum (Saling Mengerti)
  • Ta'awun (Saling Menolong)
  • Takaful (saling Menanggung)
  • Itsar (Mendahulukan kepentingan orang lain daripada kepentingan pribadi)
Jika ditelisik, proses 'kepompong' berada di level 2 sampai 4, yaitu Tafahum, Ta'awun dan Takaful. Saling mengerti antara manusia menjadi sebuah harga mati untuk sebuah hubungan. Entah hubungan sebagai sahabat atau kekasih. Proses mengerti membutuhkan waktu yang memang cukup lama. Mengenal sifat orang dan coba untuk memasukkan ke memori otak dan sanubari kita membutuhkan waktu yang tidak cepat. Apakah dia sifatnya marah, pemalu, riang adalah salah satu contoh bagaimana kita memahami sifat karakter sahabat kita. Saling menolong dan menanggung adalah dua proses yang sangat berkaitan. Sebagai contoh, apabila kita sedang jalan-jalan bersama sahabat kita dan makan siang bersama dia,akan tetapi di saat ingin membayar ternyata dia lupa membawa dompet, kita tidak segan-segan untuk mentraktirnya tanpa memikirkan akankah dibayar kembali atau ditraktir balik olehnya. Segala permasalah dan curahan hati darinya kita siap menanggungnya, bahkan dikatakan sebagai wajib untuk sebuah proses persahabatan. Tetapi kita juga berhak meminta hak kita untuk seorang sahabat,kita juga harus menaruh 'curhat' kita ke sahabat supaya ada timbal balik dari sebuah proses persahabatan.

Kupu-kupu yang cantik adalah proses terakhir dari metamorfosis yang sempurna. Kupu-kupu adalah hasil dari sebuah proses yang cukup melelahkan yang mengorbankan jiwa dan raga dari seekor ulat. Kupu-kupu adalah tujuan dari semua ulat. Semua telah diberikan oleh sang ulat untuk mencapai tujuan yang indah. Begitu  juga persahabatan, membutuhkan sebuah akhir. Akhir yang indah atau akhir yang menyesakkan. Proses dari sebuah hubungan yang telah mengeluarkan banyak pikiran, tenaga, air mata bahkan darah yang menyebabkan sahabat menjadi berarti. Alangkah sayangnya apabila sahabat kita acuhkan dan berakhir sebagai musuh. Sahabat adalah orang yang menemani dikala senang dan duka, yang tidak pernah menghitung  waktu yang telah dihabiskan dengan kita. Bahkan Rasulullah mempunyai sahabat yang selalu menemaninya hingga akhir hayat, yaitu Abu Bakar Ash-Shiddiq.

Untuk Persahabatan yang selalu terjalin dimuka bumi.


{Perum, 1 Maret 2011}

0 buah pikiran: