This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 23 November 2011

Aktifis Dakwah Caper,Chapter 1.

Tulisan didasarkan dengan status yg dibuat oleh oang yang mengaku sebagai aktivis dakwah.
Dia menulis kira-kira seperti ini ”Kata seorang ustad (yang tidak mau disebut namanya), kalo ada 10 orang kader KAMMI berkumpul maka 10 orang itu adalah muharrik (penggerak) semua, namun kalo 10 orang kader LDK berkumpul, maka 1 dari 10 orang itulah yang muharrik. ”Mungkin bagi teman-teman LDK (Lembaga Dakwah Kampus) akan ’kebakaran jenggot’ jika melihat ini dengan pemahaman yang sangat dangkal. Tapi bagi saya, orang-orang yang terlibat LDK adalah orang-orang hebat meskipun cuma ada satu anak LDK yang berada di suatu lingkungan. Dia berhasil mengajak sembilan orang untuk bergabung dengan LDK dan akhirnya bisa berkontribusi bersama satu orang yang mengajaknya. Apa kuncinya, yaitu Dakwah Fardiyah!

Mengapa dakwah fardiyah? Karena itu adalah kunci dari sebuah dakwah. Dakwah tidak akan berjalan jika tidak ada ajakan. Dakwah akan sepi jika kita tidak mengajak orang lain dalam kebaikan. Pernakah kita berfikir jika Rasulullah menyimpan sendiri wahyu Allah,akankah Islam hadir di hati-hati kita?
Seorang aktifis dakwah harus bisa menjadikan dirinya sebuah teladan di lingkungan ia berada. Memahami bahwa dia hanya makhluk yang ditugaskan untuk beribadah kepada Tuhannya, Seperti Firman Allah ”Dan tidaklah Ku kuciptakan manusia dan jin kecuali untuk beribadah kepadaKu”[1]. bagi aktifis dakwah harus hidup dengan cara yang baik (sirah hasanah). Ia bisa menjadi obat mujarab untuk mengobati penyakit jiwa. Dengan sirah hasanah, seorang da’i dapat menerapi penyakit jiwa, menyembuhkan sakit hati, membersihkan kotoran dada, menjadi penenang jiwa yang tidak mudah tersulut amarah dan tidak terpancing oleh kepandiran orang-orang bodoh.[2] Keteladanan menjadi sebuah magnet yang sangat kuat, yang menjadi senjata ampuh di tangan aktifis dakwah. Bukannya menjadi aktifis dakwah yang caper (cari perhatian), yang selalu berpendapat dengan ucapan atau kata-kata kotroversial di media sosial yang menyangkut kegiatan dakwah,tanpa ada kontribusi. Itu bukan seorang aktifis dakwah, tapi hanya orang yang mengaku sebagai aktifis dakwah.

Akhi wa ukhti aktifis dakwah atau yang hanya mengaku aktifis dakwah, Berjuanglah demi Tuhanmu, bukan untuk dirimu, organisasimu atau lawan jenis yang engkau sukai. Biarkan ejekan, caci maki atau pelecehan dari musuh nyata sebagai bumbu bagi dakwah kalian. Jadikan kata-kata sinis dari orang yang mengaku bagian darimu sebagai pengingat bahwa dakwah ini tidaklah mulus. Sesungguhnya Dia akan menolongmu, jika kamu berkontribusi untuk kejayaan agamaNya.

Semangat untuk Islam,Allahu Akbar!!

(Ciputat,22 November 2011)



[1] QS. 17:88
[2] Al-Wa’iy,Dr. Taufik.Dakwah Ke Jalan Allah(terj.).2010.Jakarta: Rabbani Press.

Rabu, 19 Oktober 2011

Cabang-Cabang Ulumul Hadist

Cobalah Untuk Mengembangkannya, Jangan Langsung COPY-PASTE!

NAMA  : Dicky Rinaldy
NIM      : 109051000025

KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM
FAKULTAS ILMU DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI
UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA
Cabang – Cabang Ulumul Hadist

          Cabang –Cabang Pokok dari Ilmu Hadist
Diantara cabang-cabang besar yang tumbuh dari ilmu hadist riwayah dan dirayah antara lain sebagai berikut :

a)      Ilmu Ilalul Hadist
Kata Ilal adalah bentuk jamak dari kata Al ‘ilah, yang menurut bahasa berarti al-marad (penyakit atau sakit). Menurut ulama Muhaddisin, istilah Illah berarti sebab yang tersembunyi atau samar-samar yang dapat mencemarkan hadist, sehingga para hadist tidak terlihat adanya kecacatan. Ilmu ini membahas tentang sebab-sebab tersembunyi yang dapat merusak keabsahan suatu hadist. Misalanya memutasilkan hasdist yang munqathi, memarfu’kan hadist yang mauquf, memasukan suatu hadist ke hadist yang lain, dan sebagainya.[1] Ilmu yang satu ini menentukan apakah suatu hadist termasuk hadist dla’if, bahkan mampu berperan amat penting yang dapat melemahkan suatu hadist, sekalipun lahirianya hadist tersebut seperti luput dari segala illat.
 Di antara penulis ilmu ilalul hadist ini termasuk ibnu al-madani ( 234 H ), Iman muslim ( 261 H ).ibnu abu hatim ( 237 H ), Ali bin umar daruquthni ( 375 H ), Muhammad bin Abdullah al-hakim ( 405 H ) dan ibnu al-jauzi ( 597 H ).

b)     Ilmu Gharibul Hadist
Ilmu ini membahas dan menjelaskan hadist Rasulullah saw yang sukar diketahui dan dipahami banyak orang karena telah berbaur dengan bahasa lisan atau bahasa arab pasar.[2]
Penulis kitab pertama tentang ilmu tersebut ialah Abu Ubaidah Mu’ammar bin al-matsna al-bashri ( 210 H ), Abu Hasan an-Nadhr bin Syumail al-Mazini ( 204 H ) kemudian Abu Ubaidah al- Qasim bin salam ( 233 H ) yang menghabiskan usianya untuk menulis kitab tentang ilmu ini, disusul oleh Qutaibah ( 276 H ). Lalu Zamakhsyari yang menghasilkan kitab berjudul Al-Fa-iq fi Gharib al-hadist. Berikutnya Majduddin,yang terkenal sebagai ibn al-atsir ( 606 H ).menulis kitab  Al-Nihayat fi gharib al-hadist wal-Atsatr kitab ini kemudian diringkas oleh As-Suyuthi dalam kitab berjudul  Al-Dar al-Natsir, Talkhish Nihayah Ibnal-Atsir.

C ) Ilmu Nasikh dan Mansukh Hadist
Ilmu ini membahas hadist-hadist yang bertentangan dan tidak mungkin diambil jalan tengah. Hukum hadist yang satu menghapus  ( menasikh ) atin hadist yang lain ( mansukh ). Yang ating dahulu  disebut mansukh, dan yang ating belakangan disebut nasikh. [3]
Nasikh adalah yang mjenghapus atau yang membatalkan, yang kadang-kadang dilakukan oleh Rasulullah saw. Sendiri, seperti sabdanya “ aku pernah melarangmu berziarah kubur, lalu berziarahlah. Aku pernah melarangmu mempertahankan daging korban lebih dari 3 hari,lalu makanlah dari yang ada.“  Ini diriwayatkan oleh iman muslim dari hadis Buraidah.[4] Kadang-kadang pula pembatalan itu dengan merujuk kepada sejarah ,seperti dijelaskan dalam sebuah hadist.  
“ sama batalnya orang yang membekam dan yang dibekam. “  ini berkenaan dengan kasus ja’far bin abu thalib,sebelum penaklukan kota mekkah. Sedangkan Ibnu Abbas berkata :  “ Nabi melakukan  pembekaman ketika sedang berpuasa dan iheram “  keduanya jelas bertentangan. Tetapi Ibnu Abbas dan ayahnya baru memeluk agama islam pada masa penaklukan kota mekkah.
Yang menulis Nasikh dan Mansukh hadist ialah Ahmad bin Ishak ad-Dinar ( 318 H ), Muhammad bin Bahr al-Ashbahani ( 322 H ), Wahbatullah bin Salamah  ( 410  H ), Muhammad bin Musa al-Hazami ( 584 H ), dan ibnu al-jauzi ( 597 H ).

Bentuk Jurnalistik (Media Cetak)

COBALAH UNTUK MENGEMBANGKANNYA, JANGAN LANGSUNG COPY-PASTE!

BENTUK JURNALISTIK
MEDIA CETAK

Jurnalistik media cetak dipengaruhi oleh dua faktor, yakni faktor verbal dan visual. Verbal sangat menekankan pada kemampuan kita memilih dan menyusun kata dalam rangkaian kalimat dan paragraf yang efektif dan komunikatif. Sedangkan visual menunjuk pada kemampuan kita dalam menata, menempatkan, mendesain tata letak atau hal-hal yang menyangkut segi perwajahan.[1] Materi berita yang ingin kita sampaikan kepada pembaca memang merupakan hal yang sangat penting.

Dalam perspektif jurnalistik, setiap informasi yang disajikan kepada khalayak, bukan saja harus benar, jelas dan akurat, melainkan juga harus menarik, membangkitkan minat dan selera baca (surat kabar, majalah), selera dengar (radio siaran), dan selera menonton (televisi). Karya jurnalistik harus benar dan dikemas dalam bahasa dan penyajian yang dapat menarik perhatian para pembacanya.

Media cetak di Indonesia berkembang sangat pesat dalam berbagai sisi. Selain mengikuti waktu terbitnya, baik setiap pagi atau petang, harian, mingguan, bulanan ataupun sesekali menerbitkan edisi khusus, perwajahan Koran pun mengalami perubahan. Begitu pula dengan tampilan majalah. Sejak reformasi di Indonesia, banyak majalah bermunculan. Mereka mengejar kebutuhan masyarakat akan berbagai informasi, dari informasi ringan maupun informasi berat..  di berbagai majalah berita, misalnya para wartawan bukan hanya melaoprkan peristiwa yang terjadi pada public tapi juga mengejar berbagai informasi yang tersembunyi. Para wartawan dikirim meliput keberbagai situasi public, perusahaan komersial atau pemerintahan. Para reporter ditugaskan melaporkan kejahatan, bisnis, dan yang lainnya. Dan didasari kebijakan redaksi dan perusahaan yang baik, ditujukan untuk menerbitkan berbagai majalah dengan masing-masing spesifikasi target para pembacanya.

Selasa, 18 Oktober 2011

Dakwah Adalah Cinta (Komitmen Seorang Du'at)

Memang seperti itu dakwah. Dakwah adalah cinta. Dan cinta akan meminta semuanya dari dirimu. Sampai pikiranmu. Sampai perhatianmu. Berjalan, duduk, dan tidurmu.
Bahkan di tengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang dakwah. Tentang umat yg kau cintai. Lagi-lagi memang seperti itu. Dakwah. Menyedot saripati energimu. Sampai tulang belulangmu. Sampai daging terakhir yg menempel di tubuh rentamu. Tubuh yg luluh lantak diseret-seret. .. Tubuh yang hancur lebur dipaksa berlari.


Seperti itu pula kejadiannya pada rambut Rasulullah. Beliau memang akan tua juga. Tapi kepalanya beruban karena beban berat dari ayat yg diturunkan Allah. Sebagaimana tubuh mulia Umar bin Abdul Aziz. Dia memimpin hanya sebentar. Tapi kaum muslimin sudah dibuat bingung. Tidak ada lagi orang miskin yg bisa diberi sedekah. Tubuh mulia itu terkoyak-koyak. Sulit membayangkan sekeras apa sang Khalifah bekerja. Tubuh yang segar bugar itu sampai rontok. Hanya dalam 2 tahun ia sakit parah kemudian meninggal. Toh memang itu yang diharapkannya; mati sebagai jiwa yang tenang.

Dan di etalase akhirat kelak, mungkin tubuh Umar bin Khathab juga terlihat tercabik-cabik. Kepalanya sampai botak. Umar yang perkasa pun akhirnya membawa tongkat ke mana-mana. Kurang heroik? Akhirnya diperjelas dengan salah satu luka paling legendaris sepanjang sejarah; luka ditikamnya seorang Khalifah yang sholih, yang sedang
bermesra-mesraan dengan Tuhannya saat sholat. Dakwah bukannya tidak melelahkan. Bukannya tidak membosankan. Dakwah bukannya tidak menyakitkan. Bahkan juga para pejuang risalah bukannya sepi dari godaan kefuturan.

Tidak… Justru kelelahan. Justru rasa sakit itu selalu bersama mereka sepanjang hidupnya. Setiap hari. Satu kisah heroik, akan segera mereka sambung lagi dengan amalan yang jauh lebih “tragis”. Justru karena rasa sakit itu selalu mereka rasakan, selalu menemani… justru karena rasa sakit itu selalu mengintai ke mana pun mereka pergi… akhirnya menjadi adaptasi. Kalau iman dan godaan rasa lelah selalu bertempur, pada akhirnya salah satunya harus mengalah. Dan rasa lelah itu sendiri yang akhirnya lelah untuk mencekik iman. Lalu terus berkobar dalam dada. Begitu pula rasa sakit. Hingga luka tak kau rasa lagi sebagai luka. Hingga “hasrat untuk mengeluh” tidak lagi terlalu menggoda dibandingkan jihad yang begitu cantik.

Begitupun Umar. Saat Rasulullah wafat, ia histeris. Saat Abu Bakar wafat, ia tidak lagi mengamuk. Bukannya tidak cinta pada abu Bakar. Tapi saking seringnya “ditinggalkan” , hal itu sudah menjadi kewajaran. Dan menjadi semacam tonik bagi iman.. Karena itu kamu tahu. Pejuang yg heboh ria memamer-mamerkan amalnya adalah anak kemarin sore. Yg takjub pada rasa sakit dan pengorbanannya juga begitu. Karena mereka jarang disakiti di jalan Allah. Karena tidak setiap saat mereka memproduksi karya-karya besar. Maka sekalinya hal itu mereka kerjakan, sekalinya hal itu mereka rasakan, mereka merasa menjadi orang besar. Dan mereka justru jadi lelucon dan target doa para mujahid sejati, “ya Allah, berilah dia petunjuk… sungguh Engkau Maha Pengasih lagi maha Penyayang… “ Maka satu lagi seorang pejuang tubuhnya luluh lantak. Jasadnya dikoyak beban dakwah. Tapi iman di hatinya memancarkan cinta…Mengajak kita untuk terus berlari…

Teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu.
Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu.
Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu.
Teruslah bertahan, hingga kefuturan itu futur menyertaimu.
Tetaplah berjaga, hingga kelesuan itu lesu menemanimu.”

- dikutip dari taujih allahyarham KH Rahmat Abdullah

Tugas dan Hak Murabbi

Aktivitas dalam halaqah adalah sebuah kegiatan yang dinamis. Forum ini adalah miniatur dari sebuah sistem kepemerintahan. Seorang murabbi adalah orang yang bertanggung jawab memimpin jalannya pertemuan pekanan. Syura-syura dalam musyawarah halaqah baru sah diputuskan oleh murabbi. Dia adalah orang yang menghidupkan suasana ruhiyyah-ta’abbudiyyah, fikriyyah-tsaqafiyyah, dan harakiyyah-da’awiyyah dalam halaqah.
Agar halaqah dinamis murabbi bertanggung jawab kinerja halaqah yang solid, sehat, dinamis, produktif dan penuh ukhuwwah. Karena itu seorang murabbi harus memahami dan menguasai kondisi peserta halaqah serta meningkatkan potensi mereka. Selain itu juga berhak untuk mengevaluasi dengan cara menasihati dan mengupayakan pemecahan masalah peserta halaqah. Sambil mempertimbangkan berbagai usulan dan kritik peserta halaqah.

Senin, 17 Oktober 2011

Refleksi diri..



Sumber  : google.com

Aku mulai JENUH dengan jalan ini..

Minggu, 16 Oktober 2011

Aku Lelah, Kawan.

Rabu, 12 Oktober 2011

Nikmati Jalan Dakwah, Sebagai Apapun atau Tidak Sebagai Apapun Kita

Oleh : Cahyadi Takariawan


Terlalu sering saya sampaikan, agar kita tidak gagal dalam menikmati jalan dakwah. Dalam berbagai forum dan tulisan, saya selalu mengajak dan mengingatkan, agar kita selalu menjadikan jalan dakwah ini sebagai sesuatu yang kita nikmati. Segala renik yang ada di sepanjang jalannya: suka dan duka, tawa ria dan air mata, kemenangan dan kepedihan, tantangan dan kekuatan, sudahlah, semua itu adalah bagian yang harus bisa kita reguk kenikmatannya.

Di antara doa yang sering saya munajatkan adalah, “Ya Allah, wafatkan aku dalam kondisi mencintai jalan dakwah, dan jangan wafatkan aku dalam kondisi membenci jalan ini.” Tentu saja bersama doa-doa permohonan lainnya. Saya tidak ingin menjadi seseorang yang mengurai kembali ikatan yang telah direkatkan, mengungkit segala yang telah diberikan, dengan perasaan menyesal dan meratapi segala yang pernah terjadi di jalan ini.


Saya merasa bukan siapa-siapa, dan hanya seseorang yang mendapatkan banyak kemuliaan di jalan ini. Mendapatkan banyak saudara, mendapatkan banyak ilmu, memiliki banyak pengalaman, mengkristalkan banyak hikmah, menguatkan berbagai potensi diri, menajamkan mata hati dan mata jiwa. Luar biasa, sebuah jalan yang membawa berkah melimpah. Maka, merugilah mereka yang telah berada di jalan ini tetapi tidak mampu menikmati.

Maka mari kita nikmati jalan dakwah ini, “sebagai apapun” atau “tidak sebagai apapun” kita. Posisi-posisi dalam dakwah ini datang dan pergi. Bisa datang, bisa pergi, bisa kembali lagi, bisa pula tidak pernah kembali. Bisa “iya” bisa “tidak”. Iya menjadi pengurus, pejabat, pemimpin dan semacam itu; atau tidak menjadi pengurus, tidak menjadi pejabat, tidak menjadi pemimpin, tidak menjadi apapun yang bisa disebut.

Kewajiban Melaksanakan dan Mentaati Syuro'

PENGANTAR (مُقَدِّمَّةٌ)

Ikhwah wa akhawat fiLLAAH hafizhakumuLLAAH, tidak semua masalah itu harus ada ashalah-nya dalam Al-Qur’an, As-Sunnah & mawaqif para ulama As-Salafus Shalih, dan inilah perbedaan kita dengan kelompok zhahiriyyah-judud (neo-zhahiriyyah) yang dalam berbagai masalah selalu bertanya: Siapa pendahulu antum dalam masalah ini?
Oleh sebab itu maka para ulama salaf yang lurus membagi permasalahan ke dalam Al-Ushul & Al-Furu’, ada hal-hal yang sebagian besar kandungannya adalah masalah ushul seperti dalam aqidah & ibadah (sekalipun ada juga urusan furu’ dalam aqidah & ibadah), sementara ada hal-hal yang sebagian besarnya adalah masalah furu’ seperti dalam mu’amalah (sekalipun ada hal-hal yang bersifat ushul dalam masalah mu’amalah).[1]
Dalam berbagai masalah furu’ mu’amalah, siyasah, iqtishadiyyah, inilah berbagai kreatifitas (ibtida’) merupakan hal yang dibenarkan, didukung, bahkan dalam beberapa keadaan diwajibkan oleh syariat. Para fuqaha menamakan bab ini dengan nama Al-Ijtihad, dimana di dalamnya ada yang dinamakan qiyas (reasoning by analogy), ishtishhab (preference) dan mashalih al-mursalah (utility). Lihatlah kreatifitas Yusuf dalam inovasi menghadapi kelaparan Mesir, Dzulqarnain dalam menghadapi serangan makhluk Ya’juj wa Ma’juj, Salman Al-Farisi saat membuat parit (Khandaq), dll.[2]
Maka dalam tulisan ini saya ingin menjelaskan tentang bahwa Nizham Syura’ berdasarkan pendapat yang rajih adalah merupakan sebuah kewajiban syariah, dan oleh karenanya menetapi hal yang sudah menjadi keputusan syura’ hukumnya adalah mengikat, berdasarkan kaidah ushul-fiqh: Maa laa yatimmul waajib illa bihii fahuwa waajib. Hal ini dikarenakan kita saat ini bukan lagi sebuah harakah dakwah biasa, melainkan sudah menjadi bagian dari Ulil Amri (pemerintah) yang legal & sah, maka berlakulah sebagian hukum Ulil Amri berdasarkan tingkat syaitharah (keterlibatan) dalam hukumah (pemerintahan) tersebut.


DEFINISI SYURA’ (تَعْرِيْفُ الشُّوْرَى):
1. Secara Bahasa (لُغَةً) asal katanya, شَارَ- يَشُوْرُ- شَوْرًا- شِيَارًا- شِيَارَةً - مَشَارَ- مَشَارَةً yang maknanya:
a. Mengeluarkan Saripatinya, seperti dalam kalimat: شَرَعَ العَسْلَ يَشْرُهُ شَوْرًا= يَدَعَ أَنْ يَخْرَجَ
b. Menguji, seperti dalam kalimat: شُرْتُ الدَّابَّةَ وَشَوَّرْتُهَا


2. Secara Definisi (إِصْطِلاَحًا):
a. Mengeluarkan pendapat (mencari pemecahan) dari orang yang memiliki pengetahuan/pengalaman tentang masalah tersebut.
b. Memahami permasalahan melalui pengujian dari berbagai aspek/sudut pandang dengan melalui pertolongan orang lain.


SYURA’ DALAM AL-QUR’AN (اَلشُّوْرَى فِى اْلقُرْآنِ):
1. Dalam surat Al-Baqarah:
فَإِنْ أَرَادَا فِصَالًا عَنْ تَرَاضٍ مِنْهُمَا وَتَشَاوُرٍ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا
“…apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan diantara keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya…”[3]


2. Dalam surat Ali-Imran:
فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ
“…karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah…”[4]


3. Dalam surat Asy-Sura’:
وَالَّذِينَ اسْتَجَابُوا لِرَبِّهِمْ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَمْرُهُمْ شُورَى بَيْنَهُمْ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ
“Dan orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhannya dan mendirikan shalat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah diantara mereka dan mereka menafkahkan sebagian dari rezki yang kami berikan kepada mereka.”[5]


SYURA’ DALAM AS-SUNNAH (اَلشُّوْرَى فِى اْلسُّنَّةِ):
1. Hadits Al-Miswar & Mirwan ra sebelum peristiwa Hudhaibiyyah:
“… maka nabi SAW bersabda: Berikan pendapat kalian wahai manusia…”[6]
2. Hadits Anas ra:
“… maka sabda nabi SAW: Maka ALLAH SWT mewahyukan & memerintahkan 50 kali shalat setiap harinya… sampai kemudian beliau SAW bertemu Musa as… maka Musa berkata: Wahai Muhammad, ummatmu tidak akan sanggup, maka kembalilah dan mintalah keringanan… maka nabi SAW melirik pada Jibril seakan-akan meminta pendapatnya, maka Jibril memberi isyarat: Silakan saja, jika engkau mau…”[7]
3. Hadits Aisyah ra saat peristiwa Haditsul ‘Ifki:
“…maka nabi SAW memanggil Ali bin Abi Thalib & Usamah bin Zaid ra untuk meminta saran tentang keluarganya…”[8]
SYURA’ DALAM AS-SIRAH (اَلشُّوْرَى فِى اْلسِّيْرَةِ):
1. Saat Perang Badr:
Dilakukan majlis syura’ dalam penentuan penyusunan pasukan & saat berangkatnya pasukan kaum muslimin.[9]


2. Saat Perang Uhud:
Dilakukan majlis syura’ mengenai apakah akan keluar menyongsong musuh ke luar kota Madinah atau cukup menunggu di dalam kota saja.[10]


3. Saat Perang Khandaq & Peristiwa Hudhaibiyyah.[11]


ATSAR SALAFUS-SHALIH (اَلشُّوْرَى فِى اْلآثاَرِ):):
1. Bersabda Nabi SAW kepada Abubakar & Umar ra: “Seandainya kalian berdua sepakat atas suatu masalah, maka aku tidak akan mengingkarinya selamanya.”[12]


2. Berkata Hukaim bin ‘Arab: Aku tidak pernah melakukan suatu perbuatan pun sebelum meminta pendapat pada seseorang.[13]


3. Berkata Imam Bukhari: Para ahli Qur’an berkata bahwa orang yang paling banyak bermusyawarah adalah Umar, baik kepada yang lebih tua maupun pada yang lebih muda.[14]

Minggu, 02 Oktober 2011

Maukah Kau Menanam?

Indonesia adalah negara dengan jumlah muslim terbesar di dunia. Namun ternyata kuantitas tidak diimbangi dengan kualitas dari tiap muslim. Banyak di Indonesia ini menjadikan Islam hanya status. Kehidupan sehari-hari jauh dari nilai-nilai Islam. Korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, riba dan perilaku buruk lainnya menjadi hal yang 'wajar' saat ini di Indonesia. Dengan kenyataan seperti itu tidak perlu ditanyakan kembali apakah pembinaan perlu dilakukan atau tidak.

Pembinaan Moral dan Akhlak sejatinya tidak ada batasnya mengingat kondisi iman manusia itu dinamis, kadang naik dan kadang turun. Akan Tetapi, pembinaan sulit dilakukan bukan karena tidak adanya peserta, tapi karena tidak ada yang membina. Kalaupun ada, kualitas dari yang membina sangat minim.

Mentoring di ROHIS (Rohani Islam Sekolah), atau dalam bahasa Arab biasa kita sebut halaqah atau liqo', adalah sesuatu sistem yang sangat baik menurut saya. Halaqah merupakan salah satu cara berdakwah yang paling efektif yang pernah dilakukan ulama, bahkan Rasulullah.

Rasulullah pernah bersabda : "Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim". Membina hanya bisa berjalan jika ada pembina/mentor/murobbi dan adanya peserta/mentee/mutarabbi. Menurut kaidah fiqih, sesuatu yang diperlukan untuk melaksanakan kewajiban, maka hukumnya menjadi wajib. Logikanya, halaqah menjadi wajib karena merupakan sarana efektif untuk menumbuhkan kebaikan pada tiap diri peserta halaqah. Sementara halaqah tidak dapat berjalan tanpa adanya pembina (murabbi). Dengan demikian, menjadi murabbi hukumnya juga menjadi wajib.

Sabtu, 01 Oktober 2011

3 Manusia Masuk Neraka

Di Saat Hari Perhitungan, terdapat 3 manusia yang masuk neraka dari begitu banyak manusia yang sudah memegang cap neraka di tangannya. Mereka Berasal dari Amerika, Jepang dan Indonesia. Mereka mengantri dengan penyesalan yang amat sangat dan menangis sejadi-jadinya. Namun, antrian itu berhenti. Karena Penasaran, maka 3 orang menghampiri kejadian yang berada di gerbang pintu masuk Neraka.

Kemudian Malaikat Malik, Penjaga Pintu Neraka, itu berkata "Wahai Manusia, Saat ini ENGSEL pintu neraka rusak, adakah yang bisa membantu untuk membuatnya seperti semula?",tanya Malaikat Malik dengan suara yang seram.

Dengan takut-takut, Manusia dari Amerika itu berkata "Aku bisa memperbaiki pintu itu Malaikat penjaga pintu neraka, asalkan engkau menyerahkan uang $400.000,$300.000 membeli bahannya dan $100.000 membayar para tukang.". Demikian penawaran dari orang Amerika tersebut. Malaikat Malik sebenarnya sudah setuju dan hampir mengatakan 'deal' dengan orang Amerika. Akan Tetapi, orang dari Jepang menyela "Mohon maaf Malaikat, saya bisa membetulkan engsel pintu ini, dengan uang $700.000". Kemudian Malaikat Malik berkata "kok lebih mahal?". Kemudian orang Jepang itu menjawab,"Ya, $200.000 membeli bahan, $200.000 membayar tukang dan sisanya akan kami buatkan teknologi yang baru dan tiada duanya,agar engsel tidak lepas lagi selama-lamanya..". Dan Malaikat pun takjub dengan penawarannya.

Alih-alih ingin mengetuk palu, Orang Indonesia langsung menyela dan sambil berkata,"Tunggu Malaikat, aku juga punya penawaran!" dengan gagah bin sombong orang Indonesia berkata. "Oohh..silahkan maju ke depan..",sambut Malaikat. "Aku akan membetulkan engsel itu dengan harga $1000.000" ucap orang Indonesia dengan gagah berani..
"Kok malah lebih mahal?" tanya Malaikat Malik yang tambah menganga karena harga  yang selangit itu
"Kami mendapat apa dengan harga selangit itu?"sambung Malaikat Malik.

"Ya..kami yakin bisa menang proyek ini. Begini rinciannya $100.000  untuk bahanya, $300.000 untuk para tukang."  ujar Orang Indonesia dengan penuh keyakinan.

"Lalu, masa ada sisa $600,000,kalian apakan sisa itu?" tanya Malaikat Tanya..

Dengan berbisik, dia menghadap Malaikat Malik, "Ya...cincai..cincai lah...bagi 2 yah pak, $300ribu untuk saya dan sisanya untuk Bapak" ujar Dengan muka koruptornya.

Malaikat Malik :!#$$%^&*()&&%^T*(&(U(*U*(

Minggu, 31 Juli 2011

Kaos Im Fasting (android)

Bajuku Menyemarakkan Ramadhanku..
Dapat dipesan di 08567125659..
IDR. 65.000

Khutbah Rasulullah SAW

Dari Salman Al-Farisi ra. berkata: “Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam berkhutbah pada hari terakhir bulan Sya’ban: Wahai manusia telah datang kepada kalian bulan yang agung, bulan penuh berkah, didalamnya ada malam yang lebih baik dari seribu bulan. Allah menjadikan puasanya wajib, dan qiyamul lailnya sunnah. Siapa yang mendekatkan diri dengan kebaikan, maka seperti mendekatkan diri dengan kewajiban di bulan yang lain. Siapa yang melaksanakan kewajiban, maka seperti melaksanakan 70 kewajiban di bulan lain. Ramadhan adalah bulan kesabaran, dan kesabaran balasannya adalah surga. Bulan solidaritas, dan bulan ditambahkan rizki orang beriman. Siapa yang memberi makan orang yang berpuasa, maka diampuni dosanya dan dibebaskan dari api neraka dan mendapatkan pahala seperti orang orang yang berpuasa tersebut tanpa dikurangi pahalanya sedikitpun ». kami berkata : »Wahai Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam Tidak semua kita dapat memberi makan orang yang berpuasa ? ». Rasul shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:” Allah memberi pahala kepada orang yang memberi buka puasa walaupun dengan satu biji kurma atau seteguk air atau susu. Ramadhan adalah bulan dimana awalnya rahmat, tengahnya maghfirah dan akhirnya pembebasan dari api neraka. Siapa yang meringankan orang yang dimilikinya, maka Allah mengampuninya dan dibebaskan dari api neraka. Perbanyaklah melakukan 4 hal; dua perkara membuat Allah ridha dan dua perkara Allah tidak butuh dengannya. 2 hal itu adalah; Syahadat Laa ilaha illallah dan beristighfar kepada-Nya. Adapaun 2 hal yang Allah tidak butuh adalah engkau meminta surga dan berlindung dari api neraka. Siapa yang membuat kenyang orang berpuasa, Allah akan memberikan minum dari telagaku (Rasul saw) satu kali minuman yang tidak akan pernah haus sampai masuk surga” (HR al-‘Uqaili, Ibnu Huzaimah, al- Baihaqi, al-Khatib dan al-Asbahani).

Semoga Romadhon kali ini menjadi Romadhon yang lebih baik dari Romadhon sebelumnya.

Sabtu, 16 Juli 2011

Tafsir Surah An-Nas

dakwatuna.com – Surat An-Nas ini Makkiyah menurut pendapat paling benar, terdiri dari 6 ayat. Ini merupakan ayat perlindungan yang kedua.
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ﴿١﴾ مَلِكِ النَّاسِ ﴿٢﴾ إِلَٰهِ النَّاسِ ﴿٣﴾ مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ ﴿٤﴾ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ ﴿٥﴾ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ ﴿٦﴾
1.  Katakanlah, “Aku berlidung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia.
2.  Raja manusia.
3.  Sembahan manusia.
4.  Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi,
5.  Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,
6.  Dari (golongan) jin dan manusia.”
Mana Mufradat:
ArtiMufradat
1. Yang membisikkkan kata-kata jahat di dada manusia.1.     الوسواس
2. Bentuk hiperbola dari kata Al-Khunus yang berarti kembali atau terlambat. Karena kalau ia diusir ia mundur dan kembali.2.     الخناس
3. Makhluk tersembunyi, tidak ada yang mengetahuinya selain Penciptanya.3.     من الجِنَّة

Tafsir Surah Al-Falaq

dakwatuna.com – Surat An-Falaq ini Makkiyah. Ada yang mengatakan Madaniyyah. Terdiri dari 5 ayat, dan merupakan salah satu dari dua ayat perlindungan.
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ﴿١﴾ مِن شَرِّ مَا خَلَقَ ﴿٢﴾ وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ ﴿٣﴾ وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ ﴿٤﴾ وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ ﴿٥﴾
1.  Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh,
2.  Dari kejahatan makhluk-Nya,
3.  Dan dari kejahatan malam apabila Telah gelap gulita,
4.  Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul,
5.  Dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki.”
Makna Mufradat:
ArtiMufradat
1. Asalnya terbelahnya sesuatu dan jelasnya sesuatu dari yang lain. Maksudnya pada surat ini adalah semua yang dibelah Allah baik berupa bumi untuk tumbuhan, gunung untuk mata air, gunung untuk hujan, dan rahim untuk jabang bayi.1. الفلق
2. Malam yang sangat gelap gulita.2. غاسق
3. Masuk ke dalam apa saja dan menutupi apa saja.3. إذا وقب
4. Nafatsah maksudnya hembusan yang keluar dari mulut.4. النفاثات
5. Jamak dari ‘uqdah, apakah maksudnya buhul tali atau yang dimaksud ikatan cinta dan hubungan antar manusia.5. في العقد
Syarah:
Ilustrasi (inet)
Diriwayatkan bahwa ada orang Yahudi menyihir Nabi saw. Hingga beliau sakit sampai tiga hari. Sakit beliau sangat parah sampai-sampai tidak sadar terhadap apa yang dilakukan. Kemudian Jibril datang dan memberitahu tentang bagian yang terkena sihir. Setelah itu beliau dibacakan surat An-Nas dan Al-Falaq akhirnya kembali sadar seperti semula.
Menurutku riwayat ini tidak benar sebagaimana pendapat para ulama. Ia hanya celoteh orang-orang Yahudi dengan tujuan agar manusia ragu terhadap Nabi saw. Dan menganggap beliau terkena sihir. Padahal Allah berfirman,
إِنَّا كَفَيْنَاكَ الْمُسْتَهْزِئِينَ
﴿٩٥﴾
“Sesungguhnya kami memelihara kamu daripada (kejahatan) orang-orang yang memperolok-olokkan (kamu).” (QS. Al-Hijr: 95).
Katakan kepada mereka, ya Muhammad, “Aku berlindung kepada Tuhan seluruh Alam yang dapat membelah tanah dan langit, aku berlabuh kepada-Nya dari semua kejahatan yang menimpaku, keluargaku, dakwahku, dan sahabatku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan malam jika telah menjadi gelap gulita dan menutupi seluruh alam. Karena kegelapan malam bisa menjadi tabir bagi setiap orang yang melampaui batas dan pendosa. Aku juga berlindung kepada-Mu dari para wanita peniup buhul tali yang mereka ikat.” Sebagaimana yang dijelaskan tadi. Namun maksud yang sebenarnya adalah, aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan para pengadu domba yang memutuskan hubungan cinta kasih. Dengan demikian ta’ pada kata,
النفاثة
bermakna hiperbol dan tidak menujukkan ta’nits (feminim). Yakni orang yang berusaha mengadu domba, mengerahkan segenap upayanya untuk menyakiti orang yang dipuji. Tidak ada jalan untuk mendapatkan keridhaan orang semacam ini. Maka tidak ada cara lain  menghadapi orang tersebut selain menghadap kepada Allah agar berkenan memelihara kita dari kejahatannya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Tafsir Surah Al-Ikhlas

dakwatuna.com – Surat ini Makkiyah, terdiri dari 4 ayat. Merupakan surat tauhid dan pensucian nama Allah Taala. Ia merupakan prinsip pertama dan pilar tama Islam. Oleh karena itu pahala membaca surat ini disejajarkan dengan sepertiga Al-Qur’an. Karena ada tiga prinsip umum: tauhid, penerapan hudud dan perbuatan hamba, serta disebutkan dahsyatnya hari Kiamat. Ini tidaklah mengherankan bagi orang yang diberi karunia untuk membacanya dengan tadabbur dan pemahaman, hingga pahalanya disamakan dengan orang membaca sepertiga Al-Qur’an.
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ﴿١﴾ اللَّهُ الصَّمَدُ ﴿٢﴾ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ﴿٣﴾ وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ ﴿٤﴾
1. Katakanlah: “Dia-lah Allah, yang Maha Esa.
2. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
3. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,
4. Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.”
Makna Mufradat:
Arti
Mufradat
1. Satu Dzat-Nya, sifat-Nya, dan perbuatan-Nya.أحد
2. Dapat mencukupi semua kebutuhan sendirian.الصمد
3. Sepadan, sama, dan tandingan.كفؤاً

UNTUK APA BERDOA?

oleh : Prof DR Komaruddin Hidayat
Meski doa artinya menyeru dan memohon, di dalamnya tersimpan kekuatan untuk bangkit dan membuat loncatan hidup jauh ke depan (quantum leap). Ketika berdoa kepada Tuhan, beban seseorang akan menjadi ringan karena telah dibagi dengan Dia Yang Mahaagung yang di tangan-Nya tergenggam semesta ini.
Dengan mengadu dan membuka diri di hadapan- Nya,doa akan mengalirkan energi Ilahi, sehingga seseorang akan memperoleh kekuatan baru dan berlipat ibarat kita recharging baterai yang sudah lemah. Ketika seseorang berdoa dengan sungguh-sungguh, dia tengah melakukan channeling dengan gelombang energi semesta sehingga semesta akan berpihak kepadanya.
Ritual semua agama intinya berdoa. Dalam doa itu seseorang, baik secara individual maupun kolektif,menyampaikan puji syukur kepada Tuhan dan menyampaikan permohonan. Baca saja kidung suci semua agama,di sana terdapat banyak persamaan yang berisi puji-pujian dan permohonan.
Dalam Islam, kidung suci dimaksud yang utama adalah surat Al-Fatihah, yang kandungannya universal dan isinya mudah diterima semua pemeluk agama. Bahkan orang yang enggan berafiliasi dengan sebuah institusi agama, tetap saja berdoa menyeru Tuhan.
Hanya saja ada kecenderungan orang berdoa hanya di kala duka. Ketika sudah sangat terjepit oleh situasi atau keadaan, baru kita datang kepada Tuhan, berdoa, mengajukan pertolongan. Setelah problem berlalu, doa pun berhenti. Padahal, menurut sabda Rasulullah, doa yang disampaikan baik waktu suka maupun duka, akan lebih dikabulkan.
Tanpa disadari, saking semangatnya meminta kita terkesan mengajari atau mendikte Tuhan.Menurut sebuah hadis, Tuhan akan marah pada hamba-Nya yang sombong, tidak pernah berdoa. Namun Tuhan juga marah jika melihat hamba-Nya banyak berdoa saja,tanpa bekerja.Ora et labora.
Ketika berdoa hendaknya tetap tulus,pasrah pada Tuhan, bukan mengajari atau mendikte Tuhan karena Dia Mahatahu dan Mahabijak apa yang terbaik buat hamba-Nya. Makanya di penutup doa kita diajarkan agar tetap memuji dan menyucikan Allah, menyadari bahwa apa yang kita anggap baik belum tentu baik bagi Allah.
Akhirnya kita serahkan kepada-Nya dan kita menunggu keputusan-Nya, sembari tetap berusaha. Rasulullah bersabda, semua permintaan hamba-Nya pasti akan dikabulkan jika seseorang berdoa dengan sungguh- sungguh. Ada empat kemungkinan jawaban Tuhan. Satu, doanya dikabulkan sebagaimana yang diminta dalam waktu dekat.
Dua, dikabulkan namun dalam waktu lama setelah seorang hamba lagi dan lagi datang pada-Nya untuk meminta hal yang sama. Tiga, doanya dikabulkan namun diganti dalam bentuk lain yang lebih cocok bagi kepentingan hamba-Nya.Salah satunya adalah diganti dengan dihindarkan dari malapetaka.
Empat, segala kebaikan yang diminta akan dikabulkan dengan berlipat ganda,tetapi nanti diberikan di akhirat. Doa adalah hak dan kebutuhan yang melekat sejak kita lahir, karena Tuhan telah menciptakan manusia,maka manusia merasa memiliki hak untuk mengajukan berbagai permintaan kepada penciptanya.
Karena itu ada orang yang berdoa yang isinya penuh pujian dan terima kasih, tetapi ada juga yang bernada protes dan keluh kesah atas nasib hidupnya yang tidak beruntung. Karena doa itu universal dan melekat pada setiap orang, maka ungkapan seperti ”Oh, my God” sangat populer di seluruh dunia, sekalipun mereka mengaku tidak beragama.
Saya sendiri pernah mengalami, ketika tahun 1981 jalan-jalan di Moskow ditemani oleh seorang pemandu, ketika hujan turun spontan dia berseru ”Oh, my God...,” padahal dia seorang ateis. Rupanya, sepanjang sejarah, kesadaran akan adanya Zat dan Kekuatan Absolut yang mengatasi semesta ini tetap ada, yang kemudian disebut Tuhan, sehingga manusia sulit untuk tidak memikirkannya dan mencarinya serta menyampaikan doa pada-Nya.
Namun perlu disadari,kehidupan yang sukses tidak selalu karena kekuatan doa,melainkan hasil kerja keras dan cerdas dengan mengikuti hukum alam, yang sesungguhnya hukum alam itu pun merupakan ciptaan Tuhan.Karena itu Tuhan selalu memerintahkan, bekerjalah kamu dengan sungguh-sungguh lalu serahkan semuanya itu kepada Tuhan.
Fenomena mutakhir yang sering kita lihat,ada orang yang masuk penjara karena korupsi lalu berdalih ini semua karena cobaan Tuhan. Maka ketika di dalam penjara dia sangat rajin berdoa dan bersembahyang. Sikap demikian bisa dipahami, sebab dengan mendekatkan diri pada Tuhan semoga bebannya akan berkurang.
Tetapi menurut nalar sehat, apa kepentingan Tuhan memasukkan seseorang ke penjara jika jelasjelas dia seorang koruptor? Bahwa dia lalu bertobat itu bagus dan logis.Tetapi rasanya tidak tepat bahwa berbuat korupsi lalu masuk tahanan itu merupakan takdir dan cobaan Ilahi.

Sabtu, 21 Mei 2011

Hikayat Facebook

Alkisah hiduplah seorang akhwat dengan nama sebut saja Milana. Milana seorang akhwat yang mempunyai banyak pengikut, pengaruhnya besar di beberapa kalangan akhwat, dan juga merupakan salah seorang pembesar (bukan karena badannya yang besar) di dunia per-dakwah-an.


Terdengar bunyi nada dering dari HP Milana. Sebuah SMS pun telah diterima. Isi dari SMS tersebut merupakan pemberitahuan tentang adanya sebuah aksi demonstrasi munashoroh Palestina pada esok hari yang diadakan rutin tiap tahun sekali yang dilakukan oleh sebuah Parpol yang cukup besar di Indonesia. Dengan semangat ketaatan yang begitu tinggi Milana pun bergegas pulang dan tak lupa ia men-jarkom kepada seluruh pengikutnya untuk turut serta dalam aksi tersebut.


Keesokan harinya Milana beserta rombongan yang berjumlah 7 orang telah sampai di tempat berkumpulnya massa. Milana, Erin, Rossa, Windy, Selvi, Rika, dan Putri dengan atribut lengkap jilbab panjang beserta terusannya lengkap dengan simbol partai, bendera Palestina, dan tak lupa slayer untuk menutupi wajah-wajah mereka. Melihat jumlah peserta aksi yang banyak, Rika bertanya pada Murobbi tercintanya “Kenapa ya Kak, kalo aksi-aksi semacam ini banyak yang ikut, tapi kalo ada tatsqif atau dauroh qur’an malah sepi ya?” “Mungkin gak sempet kali dek” jawab Milana. “Atau Mungkin pada sekalian refreshing kali?!” celetuk Rossa tak mau kalah.


Gema takbir bergemuruh dikumandangkan oleh para peserta aksi. Sebuah grup nasyid menghibur atau lebih tepatnya menyemangati para peserta aksi dengan hits-hits andalan mereka. Sambil mendengarkan nasyid tersebut, Milana sang Akhwat pun membuka HP canggihnya dan langsung memasuki menu web browsernya dengan alamat m.facebook.com. Sejurus kemudian masuklah ia didalam dunia Facebook. Beliau langsung menyasar kolom “Whats On Your Mind”. Dan terlihatlah sebuah kalimat indah yang berasal dari dalam pikiran Milana yang ia tuangkan dalam Facebook “Subhanallah lagi ikut munashoroh Palestina, banyak banget pesertanya. siap-siap uang untuk One Man One Dollar.”


Tanpa disangka beberapa menit kemudian terlihat tulisan dalam akunnya “one new notification”. Dengan penuh semangat beliau langsung membuka dan terlihat ada seorang pengikut yang tidak hadir dengan nama Noni mengkomentari statusnya tersebut dengan bunyi “semangat trus kak Mil, afwan aku gak bisa ikut”. Baru saja Milana ingin membalas komentar tersebut tiba-tiba muncul lagi sebuah tulisan “3 new notification”. Ternyata ada dua teman Milana yang me-“like this” status Milana, dan seorang lagi dengan nama akun “Sang penebar hati” yang merupakan seorang ikhwan mengomentari dengan bunyi “wah enak ya, bisa ikut acara. Semangat terus Ustazah Milana, hehe”. Dengan sigap Milana langsung membalas komentar dari para hadirin tersebut dengan lafazh “@all syukron y atas jempolnya”, “@ Noni gpp say mudah2n yg nanti bisa ikut InsyaAllah amiiin.”. “@Sang penebar hati amiin juga. kenapa gak ikut akh”. Balasan komentar pun datang dari Sang Penebar Hati “ana masih ada urusan kerjaan, infak nya tolong ditalangin y ustadzah?!! (melas.com)”. Milana pun kembali melesatkan balasan komentarnya “siipp, tinggal nanti digantinya 2 x lipatnya ye. (ngarep.com).” dialog pun bertambah seru ketika ada seorang dengan nama akun “Omnya Joko” turut meramaikan peristiwa bersejarah itu dengan bunyi “addduh pada berisik banget, udah nanti ana aja yang bayarin semuanya (becanda.com) btw ustzh Milana ada disebelah mananya nih?”. Milana pun membalas “hiks3x pada ngelucu aja nih, ana lagi di depan kedubes Amrik ust.”


Tanpa disadari acara pun telah usai seiring dengan usainya dialog Milana dengan teman-temannya di dunia Facebook. Milana beserta rombongan pun bersiap-siap untuk pulang. Tanpa dinyana Milana pun hendak mengabadikan moment tersebut dengan kamera yang baru saja ia pinjam dari tetangganya. Ketujuh akhwat itu mempersiapkan diri untuk mengabadikan moment tersebut dengan gaya atau pose yang 'atraktif', serta 'artistik'. Milana pun memilih pose dengan gaya mengepal tangan dan menutup wajahnya dengan slayer berharap agar ia dapat meng-upload gambar tersebut sebagai profil picture akun Facebook-nya. Erin berkata kepada Milana "Kak Mil nanti di tag ya fotonya." Setelah puas dengan aktivitas melelahkan tersebut Milana beserta rombongan pun akhirnya pulang kerumah masing-masing.


Milana yang tampak lelah mencoba untuk bersemangat kembali. Sang Akhwat tersebut mengambil laptop beserta modem miliknya. Milana berniat untuk meng-upload gambar-gambar yang telah ia dapatkan untuk kemudian di-share ke teman-temannya. Sebelum ia meng-upload terlebih dahulu Milana meng-update status dengan bunyi “Munashoroh yang begitu melelahkan”. Seperti biasanya status Milana dibalas komentar oleh teman-temannya. Kali ini Erin salah seorang pengikutnya yang mengkomentari status tersebut “istirahat aja yang cukup, btw tadi es cendol yang di depan monas enak ya Kak”. Milana adalah seorang akhwat yang terkenal akan keakrabannya. Maka tak perlu waktu yang lama lagi Milana pun segera membalas komentar tersebut “iya Alhamdulillah, kpn2 kita beli lagi y.” Sebuah akun bernama “Omnya Joko” seolah tak mau ketinggalan. Segenap dengan jurus yang dimiliki ia pun turut mengomentari status Milana “wah ustazah bagi-bagi dong kalo makan es cendol?!” Terlihat pula sebuah komentar dari akun yang bernama “Rojali Al Manak Don Koll” “to Omnya Joko, es cendol dimakan atw diminum? ada apa ini? ustzh Milana sekarang jualan es cendol ya?” Melihat tingkah lucu dari teman-teman Facebook-nya, Milana pun mengakhiri percakapan tersebut dengan sebuah kata “Hiks3x...” (sebenarnya dialog yang terjadi cukup panjang, tapi berhubung khawatir para pembaca bosan membacanya maka dialog via Facebook tersebut saya ringkas—penulis)


Setelah meladeni para komentator statusnya. Milana melanjutkan kembali aktivitasnya di Facebook. Milana hendak meng-upload gambar-gambar yang telah berhasil ia dapatkan. Memakan waktu yang cukup lama dikarenakan modemnya yang memang masih kelas bawah. Milana dengan penuh kesabaran menunggu proses tersebut. Proses upload telah selesai, Milana pun memberi nama album tersebut dengan judul 'AKHWAT ZONE'. Milana pun bukan main ketika melihat ada seorang ikhwan dengan nama akun “Pecinta Rasul” yang komentar di album tersebut “wiih ibu-ibu PKK pada demo dimana nih?” Milana bertanya-tanya dalam palung hatinya yang paling dalam “bisa-bisanya dia komentar, emang gak bisa baca apa kalo itu ada tulisannya AKHWAT ZONE?” Milana pun mengambil keputusan untuk membalas komentar tersebut “afwan akh antum gak bisa baca tulisan AKHWAT ZONE ya?” “kalo gak mau diliat jangan uplod di pesbuk dong” jawab “Pecinta Rasul” dalam komentar berikutnya. Tidak seperti biasanya Milana pun merasa kesal dan tiba-tiba menjadi malas untuk membalas komentar lawan bicaranya di dunia Facebook. Milana mengambil keputusan sulit yakni menutup akun Facebook miliknya. Dengan segera ia merapikan kamar untuk kemudian tidur dengan niat istirahat agar besok bisa memulai aktivitasnya yang memang sangat-sangat padat.


Aksi munashoroh yang dilangsungkan kemarin ternyata menguras fisik Milana. Milana pun jatuh sakit yang mengharuskan ia istirahat di rumah. Dokter yang memeriksa Milana mengatakan bahwa penyebab sakitnya Milana adalah dari es cendol seharga Rp 1.500 yang ia dan kawan-kawan minum di depan Monas. Dan dengan sangat amat terpaksa membatalkan beberapa acara yang telah ia rencanakan sebelumnya. Ditemani HP canggihnya Milana pun kembali dan lagi-lagi membuka akun Facebook miliknya sambil menulis “sedang menjalani terapi penghapusan dosa, ya Allah semoga sakit yang Kau berikan dapat menghapus dosa-dosaku.”


Seseorang yang memiliki akun “Sang Penebar hati” yang merasa iba dengan sakit yang diderita Milana mengomentari status tersebut “Syafakillah Ukhti, btw gara2 aksi kemaren y?” Lain lagi dengan seorang yang bernama akun Ibnu Ahmad, ia turut mengomentari status yang mengharukan itu “sakit koq masih bisa update status, apakh kalo kita update ttg sakit maka Allah akan menyembuhkan kita?” Milana dengan sisa-sisa tenaganya berupaya keras untuk menjawab teman-temannya itu “to Sang Penebar Hati, iy akh, kata dokter sih gara-gara es cendol yang didepan monas?!, to Ibnu Ahmad yang sakit kan badannya bukan tangannya ^_^.” Milana sudah tidak kuat lagi ia akhirnya memutuskan untuk log out dan kembali melanjutkan istirahatnya yang sempat tertunda.


Keesokan harinya Milana yang sudah merasa sehat bersiap untuk melaksanakan kembali agenda dakwahnya. Peralatan beserta perlengkapan telah disiapkan. Untuk menambah semangat maka Ukh Milana (lagi-lagi) kembali membuka akun Facebook-nya kemudian menulis “siap-siap, tuk raker dilanjutkan dengan ngisi 3 tmpat, Ya Allah berikanlah kemudahan, kesemangatan dan keselamatan pada hamba Mu ini.” Di dalam angkot ia kembali melihat statusnya tersebut dan terlihat ada sebanyak “10 pemberitahuan baru”. Kesemuanya me-“like this” status tersebut dan kebanyakan memberi komentar berupa “semangat, HAMASAH, cahyo, dsb...” Melihat hal tersebut Milana hanya tersenyum manis dan membalas kesemua hal tersebut dengan ucapan “@all Syukron y ^^”.


Malam harinya setelah mengakhiri agenda yang cukup padat. Milana kembali meng-update status-nya dengan sebuah tulisan yang seolah menggantung “Alhamdulillahirobbil ‘alamin”. Para komentator yang biasanya mengomentari status Milana pun ramai-ramai berlomba untuk mengomentari terlebih dahulu status sang Mahasiswi di salah satu PTN di Indonesia itu (nampaknya status-status milik Milana diposisikan seperti wahyu dari Allah yang sedang ditunggu-tunggu oleh para teman-temannya, seperti halnya para Shahabat Nabi SAW yang sangat menanti-nantikan turunnya wahyu dari Allah SWT melalui Nabi Muhammad SAW—penulis). “Abis ngapain ustzh?” sergah seseorang bernama Rojali Al Manak Don Kol. “Abis makan enak y, bagi-bagi dong?!” timpal Putri seolah tak mau ketinggalan momen indah tersebut. Windy yang salah seorang pengikutnya menimpali status itu “Yarhamkillah…^^” (Windy mengira bahwa guru tercintanya itu sedang bersin). “?????????” tulis Rossa dalam balasan komentarnya. Milana yang mengamati dengan serius percakapan tersebut malah menjawab dengan jawaban yang tidak begitu mengenakkan bagi para komentatornya “apa ajja boleh” tulis Milana dalam balasan komentarnya.


Pada malam hari yang sama namun di tempat yang berbeda Rika seorang remaja putri berusia 18 tahun juga tengah sibuk mengutak-atik akun Facebook miliknya. Rika tercatat sebagai seorang siswi di salah satu SMA Negri di Jakarta. Remaja ini menjabat sebagai ketua keputrian di SMA tempat ia menuntut ilmu. Sebagai seorang ketua keputrian maka ia dituntut untuk menjadi seorang teladan bagi jundi-jundinya (anak buah). Rika juga aktif di jagat Facebook. Berbeda dengan Milana. Aktivitas Rika yang sering terlihat adalah meng-update status yang berisi ayat qur’an, hadits Nabi SAW, ucapan para Salafus Sholih, serta nasihat dari para ulama. Ia menganggap dirinya tak pantas untuk selalu berkata-kata indah sementara ia tidak mengamalkan ucapannya tersebut. Menurutnya akan terasa lebih aman apabila ia mengutip perkataan orang lain yang lebih mulia dibandingkan dengan dirinya.


Rika merasa aneh dengan tingkah murobiyyah-nya Milana yang sering update status yang menurutnya tidak jelas. Dalam hatinya ia ingin sekali mengkoreksi tingkah laku ustdzahnya yang tercinta itu. Tapi tak urung sampai dikarenakan rasa tidak enaknya kepada Milana.


Melihat gelagat seniornya di Facebook, Rika khawatir hal ini akan menjadi preseden buruk bagi jundi-jundinya. Ia khawatir para teman-temannya di Rohis akan meniru para seniornya tersebut. Hal yang sangat wajar karena memang Rika sebagai seorang akhwat yang paham benar akan nilai-nilai tarbiyah. Sang Ketua Keputrian itu cemas melihat fenomena tersebut. Fenomena ketika ada ikhwan dan akhwat yang begitu “mesra” di Facebook. Fenomena bersenda gurau terhadap hal yang menurutnya tidak fundamental. Fenomena merajalelanya generasi yang suka berkeluh kesah. Dan fenomena terciptanya generasi Facebook dan memudarnya generasi robbani. Rika pun tak dapat berbuat banyak ia hanya bisa berdo’a kepada Allah semoga apa yang ia khawatirkan tidak pernah terjadi.



Dinar Zul Akbar
dinarzulakbar_mail@yahoo.com
mukminsehat.multiply.com
sumber : http://www.eramuslim.com/kisah/dinar-zul-akbar-hikayat-facebook.htm