Dengan Menyebut Nama Allah yang Selalu Melanggengkan persaudaraan kami..
Persahabatan bagai kepompong...
Mengubah ulat menjadi kupu-kupu...
Penggalan lirik yang diatas sering kita dengar di tahun 2008 sampai 2009 dan dinyanyikan oleh Sindentosca. Lirik yang menggambarkan ikatan persahabatan sebagai sebuah proses metamorfosis dari serangga yang bernama kupu-kupu. Mengapa demikian?
Pendapat saya seperti ini, ulat adalah sebuah awal dari metamorfosis. Ulat digambarkan seekor binatang yang sangat jelek, menjijikan, terkadang mengerikan bagi beberapa orang dan selalu dijauhi oleh orang-orang. Itulah awal dari perkenalan. Sunyi senyap terkadang 'garing' bagi orang yang pertama kali berkenalan. Perkenalan atau ta'aruf dalam bahasa arab ini memang sifat sosial manusia yang tidak bisa dihalangi oleh siapapun, karena manusia memang diciptakan sebagai makhluk sosial yang selalu berkelompok dan mencoba untuk persamaan diantara kelompok tersebut. Dalam Islam, Perkenalan bagi tiap manusia memang sangat dianjurkan. hal ini disandarkan pada Quran Surat Al-Hujarat ayat 13,
Allah Befirman :
"Hai manusia, Sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-bersuku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesunggguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal"
Perkenalan adalah sebuah langkah awal dari sebuah hubungan, entah persahabatan, hubungan kekasih atau permusuhan. Binatang yang bernama ulat yang dijadikan simbol dari sebuah awal persahabatan, yaitu perkenalan.
Kepompong. Proses inilah yang dijadikan sebuah momentum dari lirik di atas. Kepompong adalah sebuah masa dimana ulat sudah siap untuk melanjutkan hidupnya, hidup yang lebih indah dan mendapat sebuah penghargaan. Tidak salah jika penyanyi menggambarkan seperti itu. Persahabatan adalah sebuah proses berkelanjutan dari sebuah perkenalan. Persahabatan adalah proses memahami dimana dua insan manusia bertemu dan berinteraksi. Ulama Islam, Hubungan antar manusia, atau di Islam lebih dikenal dengan Ukhwuah Islamiyah akan berlanjut jika sudah menjalani beberapa proses,antara lain :
- Ta'aruf (Pengenalan)
- Tafahum (Saling Mengerti)
- Ta'awun (Saling Menolong)
- Takaful (saling Menanggung)
- Itsar (Mendahulukan kepentingan orang lain daripada kepentingan pribadi)