This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 30 Maret 2011

Urgensi bersabar

Dengan Menyebut Nama Allah yang Menciptakan manusia sebagai sebaik-baiknya makhluk..

Ada sebuah kisah yang sering saya dengar tentang pentingnya bersabar. Kisah tentang percakapan ibu dan anak kerang mutiara. Si anak telah mendapatkan 'berkah', yaitu dia sedang memproduksi mutiara. Akan tetapi, sakitnya bukan main saat calon mutiara itu sedang berkembang. Ibu kerang mutiara tetap menyuruh anaknya untuk tetap bersabar dan 'menikmati' proses tersebut. Si anak tetap saja merasakan sakit sampai akhirnya dia  mengetahui hasilnya, sebuah mutiara yang sangat indah. Mutiara yang terindah dan belum pernah lihat dia sebelumnya. Itulah sabar.

Sabar menurut bahasa artinya adalah menahan. Sedangkan menurut para ulama menahan diri ada tiga :
  1. Sabar dalam mentaati Allah.
  2. Sabar dari hal-hal yang diharamkan
  3. Sabar terhadap taqdir Allah yang menyakitkan
Allah berfirman :
“Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kalian agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar diantara kalian.” (Muhammad:31)

Selasa, 29 Maret 2011

Kisah Jagung

Seorang wartawan mewawancarai seorang petani untuk mengetahui rahasia dibalik buah jagungnya yang selama bertahun-tahun selalu berhasil memenangkan kontes perlombaan hasil pertanian. Petani itu mengaku ia sama sekali tidak mempunyai rahasia khusus karena ia selalu membagi-bagikan bibit jagung terbaiknya pada tetangga-tetangga disekitar perkebunannya.

Aku ingin tidak kalah denganmu, akhi!

Aku bingung..sangat bingung..
Engkau kuliah..Aku kuliah..
Engkau pulang pergi..Aku pun juga..

Kamis, 17 Maret 2011

E-book Kitab-kitab I

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Mengetahui..

Kali ini saya akan membagikan beberapa kitab yang telah saya download dari beberapa tempat..
semoga Allah memberikan pengetahuan serta memberikan kerendahan hati untuk kita semua..

 

Minggu, 13 Maret 2011

Kader Dakwah yang Eksklusif

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Agung...


Sebuah totalitas dalam jalan dakwah adalah sebuah keharusan bagi setiaap kader dakwah. Tidak hanya ucapannya saja dalam 'berjalan' di jalan yang penuh rintangan ini, tapi juga harus ada jasad, akal serta hati yang ikut dalam perjalanan itu. Keadaan dakwah memang tidak mudah, apalagi bagi orang yang baru pertama kali berkecimpung dalam keadaan dakwah yang sangat kompleks. Keadaan itulah yang membuat rata-rata kader muda kaget dengan keadaan yang berbeda dengan angan-angan yang indah tentang perjalanan dakwah. Dakwah bukan hanya belajar tentang bagaimana melantunkan syiar Islam agar orang tertarik Islam dan coba mendalaminya, dakwah juga belajar tentang bagaimana memahami sifat orang lain yang kadangkali membuat kita jengkel dengan keadaan itu.

Kesan ekslusif masih saja lekat dengan keadaan aktivis dakwah dewasa ini. Padahal perjalanan dakwah ala halaqah/usrah/mentoring yang terinspirasi oleh pembaharu Islam ini sudah berjalan lebih dari 30 tahun. Kesan yang awalnya adalah untuk 'memagari' pergaulan yang hedonis telah membuat para kader muda terperangah dengan kondisi tersebut. Mungkin ada yang memahami, atau bahkan ada yang kecewa. Kekakuan kita terhadap lingkungan membuat mereka bingung bagaimana dakwah itu berjalan kalau kita hanya memilih objek dakwah tanpa dirangkul semua.

Rabu, 09 Maret 2011

Abdullah Anas

Abdullah Anas, 19 tahun, lahir dan dibesarkan di Medan dalam keluarga Kristen Protestan. Ayahnya seorang pendeta, sehingga dari kecil ia tumbuh dalam keluarga agamis. Anas dan kedua kakaknya sangat rajin manjalankan ibadah ke gereja.

Gereja tempat ia beribadah membagi 2 waktu bagi jemaatnya dalam sehari, dan dalam sehari pula ia pergi ke sana. "Tujuan saya untuk dapat benar-benar mendapatkan ilmunya ” tutur anak ke 3 dari 4 bersaudara ini

Tapi, selain sangat taat dengan keyakinan Protestannya, ia rupanya juga tertarik dengan agama lain, yaitu Islam. “Sejak duduk di bangku SMP saya suka mengamati kegiatan teman-teman saya beragama Islam, saya tertarik dengan acara-acara yang ada, seperti hari raya kurban, Isra Mi’raj, bulan Ramadhan dan sebagainya” tutur nya

Dorongan besar untuk mengetahui Islam lebih dalam kian dirasakan Anas di bangku SMA. Hingga ia memutuskan mengikuti dua pelajaran agama, Kristen dan Islam sekaligus di sekolah.

“Memang dulu guru sempat tidak mengizinkan saya mengikuti dua mata pelajaran agama, tetapi setelah saya berbicara dengan guru agama Islam dan menceritakan ketertarikan itu, saya diperbolehkan mengikuti dua-duanya," tutur Anas.

Dengan mempelajari kedua agama itu pengetahuannya tentang Islam semakin luas dan hatinya mulai memiliki kecenderungan. Tapi Annas tidak ingin gegabah. Ia berpikir pula risiko ke depan.

“Saya tahu, keinginan saya untuk masuk Islam sangat besar. Tapi kalau saya nekad dan terburu-buru pindah agama ayah saya pasti sangat marah dan tidak menutup kemungkinan sekolah saya akan terlantar," ungkapnya.

“Jadi saya lebih memilih memendam keinginan itu sampai saya lulus sekolah dan benar-benar yakin dan sanggup menerima apapun yang akan terjadi nanti” lanjutnya. Meski menunda niat menjadi Muslim, Anas tak lantas menunda mencari pengetahuan tentang Islam.
Berpisah jalan dengan sang ayah

Ketika lulus SMA, Anas beserta ayahnya pindah sementara ke Jakarta, karena sang ayah akan menjalankan pelayanan di salah satu gereja di ibu kota. Anas yang sudah lulus SMA saat itu sudah terdaftar sebagai mahasiswa Universitas Nasional di Jurusan Hukum.

Selama ayahnya sibuk dengan pelayanan digereja, Anas juga sibuk belajar tentang Islam lebih mendalam. Hingga akhirnya, tepat di bulan Agustus, 2010, Anas mendatangi Masjid Cut Meutia di kawasan Menteng untuk mengikrakan syahadat.

“Saat itu pulang kuliah, saya nekad datang ke masjid dan minta untuk di-Islamkan. Setelah bercerita panjang lebar kepada pengurus masjid, mereka bersedia mengislamkan saya," katanya. Anas mengaku, perasaannya kala itu itu bercampur aduk.

“Saya sadar, begitu ayah tahu, maka ia akan marah besar. Tapi bagaimanapun, saya harus menceritakan bahwa saya sudah menjadi muslim” lanjutnya.

Begitu memeluk Islam, Anas kembali kerumah. Ia menceritakan semuanya kepada ayahnya. Seperti yang telah ia duga ayahnya begitu murka dan tidak menerima keputusannya. Saat itu juga, Anas disuruh angkat kaki tanpa membawa barang-barangnya.

“Namanya juga pendeta, tidak sudi kalau anaknya berpindah Agama. Saat itu saya hanya menggunakan baju yang melekat di tubuh, sepatu dan tas. Handphone pun diminta oleh ayah”

“Kebetulan saya memegang dua handphone dan saya hanya mengembalikan satu pada ayah, dengan alasan yang satu lagi rusak dan sedang diperbaiki. Saya tau ponsel itu akan berguna bagi saya.” lanjutnya

Pergi meninggalkan rumah tanpa membawa apa-apa dirasa Anas sangat beresiko. Sebelum benar-benar pergi jauh Anas berhasil mengambil Ijazahnya diam-diam dengan pemikiran itu dapat menolongnya kelak.

"Saya tidak punya keluarga di Jakarta, seandainya adapun mereka tidak akan mau menampung saya. Jadi saya harus sanggup menjalani hari-hari sendirian” kenangnya.

Berhari-hari Anas melalui hidup tanpa kejelasan. Semua fasilitas telah ditarik kembali. Karena tak ada pasokan uang untuk biaya kuliah status Anas sebagai mahasiswa tak lagi melekat.

Dhia Acapella

Assalamualaikum...

Kaifa halukum?
Semoga baik-baik dan selalu diberi kesehatan oleh Allah Yang Maha Kuasa..

Sudah lama tidak post di blog..
kali ini saya ingin share kepada para pecinta nasyid..sebuah lagu yang dipersembahkan oleh tim Dhia acapella yang berjudul Pagi Yang Cerah yang dibawakan pada final lomba nasyid yang diselenggarakan oleh IBF (islamic Book Fair) tanggal 8 Maret (live). Semoga dengan lagu ini kita kan tambah bersyukur dengan nikmat yang ada dan mendekatakan diri kepada Ilahi.ditambah lagu ANTUM yang sudah mengudara.selamat menikmati.

download :
DHia_Pagi Yang Cerah.mp3

Dhia - Indonesia Pusaka.mp3
Sukses untuk nasyid Indonesia!

{Perum,10 Maret 2011}

Selasa, 01 Maret 2011

Persahabatan Bagai Kepompong

Dengan Menyebut Nama Allah yang Selalu Melanggengkan persaudaraan kami..

Persahabatan bagai kepompong...
Mengubah ulat menjadi kupu-kupu...

Penggalan lirik yang diatas sering kita dengar di tahun 2008 sampai 2009 dan dinyanyikan oleh Sindentosca. Lirik yang menggambarkan ikatan persahabatan sebagai sebuah proses metamorfosis dari serangga yang bernama kupu-kupu. Mengapa demikian?
Pendapat saya seperti ini, ulat adalah sebuah awal dari metamorfosis. Ulat digambarkan seekor binatang yang sangat jelek, menjijikan, terkadang mengerikan bagi beberapa orang dan selalu dijauhi oleh orang-orang. Itulah awal dari perkenalan. Sunyi senyap terkadang 'garing' bagi orang yang pertama kali berkenalan. Perkenalan atau ta'aruf dalam bahasa arab ini memang sifat sosial manusia yang tidak bisa dihalangi oleh siapapun, karena manusia memang diciptakan sebagai makhluk sosial yang selalu berkelompok dan mencoba untuk persamaan diantara kelompok tersebut. Dalam Islam, Perkenalan bagi tiap manusia memang sangat dianjurkan. hal ini disandarkan pada Quran Surat Al-Hujarat ayat 13,
Allah Befirman :
"Hai manusia, Sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan  bersuku-bersuku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesunggguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal"
Perkenalan adalah sebuah langkah awal dari sebuah hubungan, entah persahabatan, hubungan kekasih atau permusuhan. Binatang yang bernama ulat yang dijadikan simbol dari sebuah awal persahabatan, yaitu perkenalan.

Kepompong. Proses inilah yang dijadikan sebuah momentum dari lirik di atas. Kepompong adalah sebuah masa dimana ulat sudah siap untuk melanjutkan hidupnya, hidup yang lebih indah dan mendapat sebuah penghargaan. Tidak salah jika penyanyi menggambarkan seperti itu. Persahabatan adalah sebuah proses berkelanjutan dari sebuah perkenalan. Persahabatan adalah proses memahami dimana dua insan manusia bertemu dan berinteraksi. Ulama Islam, Hubungan antar manusia, atau di Islam lebih dikenal dengan Ukhwuah Islamiyah akan berlanjut jika sudah menjalani beberapa proses,antara lain :
  • Ta'aruf (Pengenalan)
  • Tafahum (Saling Mengerti)
  • Ta'awun (Saling Menolong)
  • Takaful (saling Menanggung)
  • Itsar (Mendahulukan kepentingan orang lain daripada kepentingan pribadi)