Minggu, 13 Maret 2011

Kader Dakwah yang Eksklusif

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Agung...


Sebuah totalitas dalam jalan dakwah adalah sebuah keharusan bagi setiaap kader dakwah. Tidak hanya ucapannya saja dalam 'berjalan' di jalan yang penuh rintangan ini, tapi juga harus ada jasad, akal serta hati yang ikut dalam perjalanan itu. Keadaan dakwah memang tidak mudah, apalagi bagi orang yang baru pertama kali berkecimpung dalam keadaan dakwah yang sangat kompleks. Keadaan itulah yang membuat rata-rata kader muda kaget dengan keadaan yang berbeda dengan angan-angan yang indah tentang perjalanan dakwah. Dakwah bukan hanya belajar tentang bagaimana melantunkan syiar Islam agar orang tertarik Islam dan coba mendalaminya, dakwah juga belajar tentang bagaimana memahami sifat orang lain yang kadangkali membuat kita jengkel dengan keadaan itu.

Kesan ekslusif masih saja lekat dengan keadaan aktivis dakwah dewasa ini. Padahal perjalanan dakwah ala halaqah/usrah/mentoring yang terinspirasi oleh pembaharu Islam ini sudah berjalan lebih dari 30 tahun. Kesan yang awalnya adalah untuk 'memagari' pergaulan yang hedonis telah membuat para kader muda terperangah dengan kondisi tersebut. Mungkin ada yang memahami, atau bahkan ada yang kecewa. Kekakuan kita terhadap lingkungan membuat mereka bingung bagaimana dakwah itu berjalan kalau kita hanya memilih objek dakwah tanpa dirangkul semua.
 
Dakwah itu tidak ekslusif kawan!
 
Dakwah adalah sebuah perjalanan yang indah dan dipenuhi oleh duri tajam. Banyak kekecewaaan dan kekesalan apabila kita disana. Tempat dimana kita bisa mendapatkan sebuah ujian yang dapat membuat laki2 menangis dengan haru. Dakwah adalah perjalanan harum semerbak bunga meskipun di sekitar  perjalanan kita di penuhi dengan bunga bangkai yang wanginya busuk. Tapi itulah dakwah. Allah adalah tujuan para pejuang Islam menempa, Al Quran di saku bagaikan surat cinta dari kekasih yang membuat kita rindu. Keadaan dimana persaudaraan adalah kebersamaan yang pasti, tidak semu seperti pergaulan yang lainnya.

Kita dulu adalah mereka. Dimana kita tidak tahu apa itu arti ketuhanan, manfaat sedekah atau berhubungan dengan Sang Pencipta. Sayang sekali apabila perjalanan ini dipenuhi oleh pandangan negatif dari kader dakwah itu sendiri.
 
Marilah kita ubah itu kawan!
 
Dakwah adalah sebuah kewajiban untuk salaing menasihati. Menasihati kepada siapapun, tidak memandang darimana dia, kerja sebagai apa dia dan bagaimana dia hidup. Ubah statement negatif tersebut menjadi hal yang indah untuk bersaudara, dengan rasa bahagia dan tersenyum di tiap pertemuan kita. Contohkanlah kader muda bagaiman kita bersaudara. Tunjukkan bahwa jalan dakwah yang sulit ini tetap indah jika kita bersama. Agar mereka bisa mengubah statement yang dahulu bersemi dengan harum nama Islam dimanapun ia berada, meskipun berada dalam kegelapan.

Semoga Allah merahmati kita dengan keadaan kita sekarang. Meskipun kita masih manusia yang hina dan penuh dengan dosa, tapi kita harus tetap berjuang untuk membuat diri ini lebih baik serta tidak meninggalkan saudara-saudara kita di ujung kegelapan.


{Perum, 14 Maret 2011}

0 buah pikiran: