Senin, 07 Februari 2011

Penyerangan Ahmadiyah, bolehkah?

Ahmadiyah. Sebuah "agama" yang sering dikatakan oleh Buya Hamka sekarang sedang menjadi pembicaraan yang hangat di tiap masyarakat Indonesia saat ini. Penyerangan di daerah Pandeglang, Banten telah menimbulkan 3 orang tewas dan yang lainnya luka berat.Sesuai dengan fatwa MUI dan Liga Arab, Ahmadiyah Qadiyan  (yang berkembang di Indonesia) dianggap sesat. Mengapa begitu?

Sejarah Ahmadiyah

Ahmadiyah adalah nama sebuah aliran (sesungguhnya penulis lebih suka memakai kata agama seperti yang diutarakan oleh Buya Hamka) yang dinisbatkan kepada Mirza Ghulam Ahmad. Ia adalah seorang anak seorang kaya di daerah Punjab, India. Ayahnya ingin menginginkannya masuk ke sekolah Inggris dan menjadi pegawai pemerintah, tapi ia sendiri memilih pendidikan agama yang menggunakan bahasa Persia dan Arab.  Seperti yang dilansir oleh Wikipedia, Ketika Ahmad berumur 40 tahun, ayahnya wafat. Waktu itu Ahmad mengaku bahwa Tuhan telah berkomunikasi dengannya melalui wahyu. Mirza Ghulam Ahmad mengaku sebagai imam mahdi, Al-masih dan Rasul dengan tugas  menegakkan ajaran Nabi Muhammad SAW dengan pemahaman yang lebih benar. Jamaah ahmadiyah dipimpin oleh Mirza Ghulam Ahmad dan kemudian dilanjutkan dengan Hakim Nuruddin setelah MGA wafat. Di bawah Hakim Nuruddin Ahmadiyah pecah menjadi 2 golongan yaitu : Ahmadiyah Qadiyan dan Ahmadiyah Lahore.
      
     Ahmadiyah Qadiyan
Ahmadiyah Qadiyan mempunyai pokok-pokok ajaran :
  1. Mempercayai Mirza Ghulam Ahmad adalah Rasul, Imam Mahdi dan Al-Masih
  2. Memandang orang yang tidak percaya pada MGA sebagai Rasul, Imam Mahdi, Al-Masih adalah Kafir
  3. Nabi Muhammad sebagai penutup nabi dalam membawa syariat. Sedangkan nabi yang tidak membawa syariat masih dibutuhkan
  4. Nabi Isa mati tidak mati di tiang salib, hanya pingsan saja, setelah sehat dia berpindah ke Kashmir dan berketurunan disana dan wafat pula di Kashmir.
  5. Mengimani Tazkirah menjadi Kitab suci.
  6. dll.
     Ahmadiyah Lahore
Aliran ini berpusat di kota Lahore dan berkeyakinan bahwa Mirza Ghulam Ahmad bukan Rasul, bukan Imam Mahdi, dan bukanpula Al-Masih. Tetapi dia hanya mujtahid, atau pembaharu. Memandang orang yang percaya bahwa MGA sebagai Rasul, Imam-Mahdi dan Al-Masih adalah kafir. Nabi Muhammad adalah Nabi Terakhir (penutup) yang tidak ada lagi nabi dan Rasul yang dibangkitkan sesudah Nabi Muhammad. Oleh sebab itu, kepercayaan ada Nabi setelah Muhammad SAW adalah sesat.

Sekilas sejarah dari 'agama' ahmadiyah yang saya temui, ternyata di sana terpecah menjadi 2 golongan, yaitu Ahmadiyah Qadiyan yang mengakui MGA sebagai nabi, Imam Mahdi dan Al-Masih dan yang satunya yaitu Ahmadiyah Lahore menyatakan bahwa MGA hanya pembaharu atau mujtadid.

Sekian dulu tulisan ini, Insya Allah akan disambung dengan sejarah ahmadiyah masuk indonesia, dasar ahmadiyah menjadi 'agama' bukan aliran islam dan SKB 3 menteri..Wallahu 'alam

{Perum, 8 Februari 2011}
Refrensi  :
Bahan kuliah ilmu kalam
Wikipedia
Mengenal Aliran-Aliran Islam dan Ciri-Ciri Ajarannya, Drs. Muhammad Sufyan Raji Abdullah, Lc


0 buah pikiran: