Sabtu, 07 Mei 2011

Teori - Teori Etika

Pengertian Etika

Etika, berasal dari bahasa Yunani, yaitu ethos yang bermakna watak kesusilaan atau adat kebiasaan. Istilah lain yang identik dengan etika adalah :

  • Susila (Sansakerta), lebih menunjukkan kepada dasar-dasar, prinsip, aturan hidup yang lebih baik.
  • Akhlak (Arab), berarti moral dan etika berarti ilmu akhlak.
Teori-Teori Etika

  • Etika Teleologi 
Teleologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu telos yang artinya "tujuan". Mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang mau dicapai dengan tindakan itu, berdasarkan akibat yang ditimbulkan oleh tindakan itu.  Etika Teleologi menjawab pertanyaan bagaimana manusia bertindak dalam situasi konkret tertentu dengan melihat tujuan atau akibat dari suatu tindakan, atau dengan kata lain etika teleologi menilai baik atau butuk suatu tindakan berdasarkan tujuan dari tindakan tersebut.
  • Etika Deontologi
 Etika Deontologi melepaskan sama sekali moralitas dari konsekuensi perbuatan. Deontologi berasal dari kata deon yang bermakna kewajiban. Dalam deontologi, yang menjadi dasar baik atau buruknya tindakan adalah kewajiban. Perbuatan itu baik karena merupakan kewajiban manusia. Perbuatan tidak pernah baik karena hasilnya baik, melainkan hanya karena wajib dilakukan. Sadar atau tidak, orang beragama berpegang pada pendirian deontologi itu.


  • Teori Hak
 Teori Hak merupakan suatu aspek dari teori deontologi, karena hak berkaitan langsung dengan kewajiban. Hak manusia didasarkan pada martabat manusia. Teori hak memplokamirkan bahwa manusia merupakan tujuan pada dirinya sendiri. Karena itu harus selalu dihormati sebagai suatu tujuan di dalam dirinya sendiri dan tidak boleh diperlakukan semata-mata sebagai sarana demi tercapainya suatu tujuan lain. Ini merupakan suatu perbuatan adalah baik jika sesuai dengan hak manusia.
  • Teori Keutamaan
Teori Keutamaan tidak menyoroti perbuatan dari perspektif perbuatan, melainkan memfokuskan diri pada seluruh manusia sebagai pelaku moral. Dalam teori keutamaan, tidak dinyatakan: "What Should he/she do?" melainkan "What kind of person should he be?". Dengan demikian dalam teori keutamaan tidak persoalkan apakah suatu perbuatan tertentu adil, jujur, dan  murah hati. Melainkan teori keutamaan mempersoalkan apakah orang itu bersikap adil, jujur , murah hati dan semacamnya.



Sumber : Makalah Mata kuliah Etika Filsafat Ilmu Komunikasi.

{Perum, 8 Mei 2011}

0 buah pikiran: